Terlalu Menyayangi Seseorang…Bagaimana Menghadapinya? September 18, 2008
Posted by cess in Life.Tags: cinta, ikhlas mencintai, kasih sayang, menyayangi, obat sakit hati, patah hati, terlalu cinta, terlalu sayang
trackback
Suatu hari saya menemukan seseorang memasuki blog ini dengan cring “terlalu menyayangi seseorang”. Hal itu membuat rasa penasaran saya timbul sehingga saya mencoba meng-googling sendiri dengan menggunakan cring tersebut. Ternyata…haaa… Postingan saya berjudul “Aku tidak akan pernah terlalu mencintai seseorang” muncul pada urutan teratas.
Penasaran itu berkembang kepada pencarian motif. Apa yang mungkin dirasakan orang itu sehingga membuatnya mencari di internet dengan kata-kata tersebut? Besar kemungkinan ia sedang patah hati dan berusaha mencari cara untuk mengobati hatinya yang luka melalui cara yang berhasil dilakukan orang lain.
Bagaimana jika kita terlanjur terlalu menyayangi seseorang? Apa baik dan buruknya? Ada apakah dengan terlalu mencintai seseorang?
Sesuatu atau seseorang yang terlalu dicintai cenderung dijadikan ujian oleh Yang Maha Kuasa.
Tak ada sesuatu atau seorangpun di dunia ini yang lebih pantas dicintai daripada Sang Pencipta. Karena Ia menjadikan segala sesuatu di dunia ini hanyalah sekedar titipan. Tak ada yang benar-benar milik kita. Karena itu, jangan terlalu mencintai seseorang atau sesuatu secara berlebihan dan menganggapnya paling berarti dalam hidup. Apalagi menganggap bahwa kita tak bisa hidup tanpanya. Itu adalah patron yang kita tanamkan pada diri kita sendiri. Semua itu adalah hak Allah SWT.
Bisakah kita menghindari patah hati?
Jika kau takut terluka, maka yang paling aman adalah jangan pernah mencintai. Tapi dengan itu kau takkan pernah bahagia. Jangan lupa, justru rasa sakit dan kesedihanlah yang lebih banyak mengajarkan kita mengenai hidup dan kesabaran. Sementara kesenangan cenderung menyesatkan dan membuat lupa. Maka bersyukurlah atas kesenangan maupun kesusahan yang terjadi pada kita, karena tanda-tanda Tuhan sayang adalah dengan memberikan ujian.
Mencintailah dengan ikhlas
Jangan takut mencintai atau takut membiarkan orang lain tahu kita mencintainya. Cintailah seseorang tanpa motif. Mencintai adalah hal yang baik. Memberi kasih sayang tidak akan merugikan karena akan kembali padamu juga dalam bentuk kasih sayang. Asalkan tidak melanggar nilai seperti mencintai istri atau suami orang. Jika kau yakin kau benar, perjuangkan! Seperti kata Chuck Bass : di hadapan cinta sejati kita tak boleh menyerah, walaupun objek cintamu memohon begitu. Jangan sampai suatu saat di masa depan kau menoleh ke masa lalu dan mendapati dirimu menyesal karena tidak melakukan yang terbaik dan optimal demi bersama orang yang kau sayangi. Atau bahkan tanpa pernah memberitahu bahwa kau menyayanginya. Cobalah ubah nasibmu sebelum kau memutuskan untuk pasrah, dan bukan sebaliknya.
Jangan pernah meletakkan kebahagiaanmu pada seseorang
Karena sesuai dengan sifat dasar manusia yang tak sempurna suatu saat ia pasti akan mengecewakanmu dalam hal kecil maupun besar.
Tapi tidak lantas itu berarti kita tidak bisa mempercayai seseorang. Hanya saja terlalu mengandalkan seseorang untuk membuat kita bahagia membuat kita menciptakan harapan-harapan yang terlalu tinggi yang kadang tidak bisa dicapainya.
Make it beautifull and make it wonderfull
Kadang kita merasa telah menemukan orang yang tepat, tapi semua tetap tak berjalan seperti yang kita harapkan. Kita harus menyadari bahwa Allah SWT punya rencana yang terbaik untuk kita. Jika Ia menghendaki dua orang untuk berpisah, maka ada 100.000 jalan yang dapat ditempuh mereka walaupun memaksakan diri untuk bersama. Dan jika Ia menghendaki mereka untuk bersatu, ada 100.000.000 jalan yang akan tetap mempertemukan mereka bagaimanapun buruknya situasi yang terjadi. Kadang kita merasa bertemu dengan seseorang yang istimewa. Hal itu bukan jaminan hubungan itu akan istimewa tanpa usaha ekstra untuk memupuknya. Kitalah yang dapat membuat suatu hubungan itu jadi istimewa jika kita mau. Selagi bersama, selagi ada waktu, ciptakan momen istimewa dan jadikanlah seindah mungkin.
Jika harus menyerah, menyerahlah dengan lega
Dengan mengetahui bahwa kau sudah mencapai batas terakhir dimana tak ada lagi yang bisa kau lakukan untuk memperbaiki keadaan. Menyerah dengan mengetahui bahwa sekuat apapun kalian berusaha, kalian memang tak ditakdirkan untuk bersama.
Jika harus berpisah dengan orang yang kau cintai, jangan menganggap bahwa kau harus memiliki apa yang kita inginkan. Percayalah bahwa Tuhan mengetahui lebih baik dari apa yang kita ketahui tentang masa depan. Mungkin Tuhan menjauhkan hal-hal buruk di masa depan yang dapat terjadi jika kita bersama orang tersebut.
X O X O
Betul sekali….cinta kepada Allah SWT lah sebenar2nya cinta….
****************************************
iya mba, tp bukan berarti selain pd Allah jg bukan bener2 cinta…iya ga?
Tapi mengikhlaskan dia begitu sulit mba? rasa2nya didunia ini ga ada yang lain.pripun niki?
bagaimana cra mengiklaskan seseorang jatuh kepelukan sahabat sendiri???
sukar untuk menilai samada orang itu benar-benar sayangkan kita atupun tidak…
lau dia curang pun kita x tau..
so soal hati dan perasaan sukar untuk di nilai dan di tafsir…
@kafka
kdg2 semua itu hanya ada dlm perasaan kt saja, krn saat itu emosi kt didominisi oleh rasa sakit hati & kecewa
@uthy
dgn meyakini bahwa mgkn dia mmg bukan yg terbaik u/ kt & ada seseorg di suatu tempat di dunia ini yg bener2 pas tp blum diprtemukan krn su1 alasan
@noor
emg sulit u/ menilai dlm soal prasaan, tp gunakan hati & padukan dgn logika…niscaya akan ketemu